Featured Posts
Rabu, 30 Oktober 2013
Kamis, 14 Februari 2013
Basic/ Ilmu Dasar Yang Harus Dikuasai Seorang Hacker
Seiring
dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, masalah-masalah
keamanan informasi menjadi semakin kompleks dan beragam. Untuk dapat
memecahkan masalah-masalah keamanan tersebut, seorang profesional
keamanan informasi saat ini membutuhkan kemampuan dan pengertian yang
lebih mendalam atas infrastruktur, program, ancaman, vulnerabilities dan lain-lain celah keamanan.
Dengan kata lain, profesional keamanan informasi perlu menjadi seorang hacker plus.
Yaitu selain memahami semua yang berkaitan dengan sistem keamanan
informasi, perlu juga memahami secara mendalam perangkat dan arsitektur
teknologi informasi dan komunikasi; jaringan; regulasi; bahasa
pemrograman; bahasa Inggris; World Wide Web; HTML; Operating System; Open source; dan budaya hacker.
Apakah hacker itu ?
Pada awalnya sebutan hacker
ditujukan kepada para programer yang ahli atau orang-orang yang
mempunyai minat sangat tinggi terhadap komputer yang berkumpul dalam
sebuah komunitas untuk berbagi pengalaman dan ilmu. Hacker membangun jaringan, membangun internet, membangun sistem operasi Unix, membuat Usenet, membuat World Wide Web beroperasi.
Bila seseorang adalah bagian dari budaya tersebut dan memberikan
kontribusi pada perkembangannya, kemudian komunitasnya mengetahui serta
memanggilnya hacker, maka dia adalah seorang hacker. (definisi menurut Eric S. Raymond)
Ada sebuah komunitas lain yang mengaku sebagai hacker dan kemudian media massa pun menjulukinya sebagai hacker. Mereka (umumnya) adalah sekumpulan anak muda yang melakukan deface, menerobos sistem keamanan suatu institusi, mencuri password, merusak sistem, dan/atau melakukan phreaking. Hacker yang sesungguhnya menjuluki mereka cracker. Cracker biasanya tidak bertanggung jawab, kriminal dan merusak.
Definisi hacker menggelembung dan menciut, memositif dan menegatif sesuai persepsi yang dibangun oleh media massa.
Bagaimana menjadi seorang hacker ?
Sebagaimana profesi ”keahlian” lainnya, menjadi seorang hacker tentunya tidak serta merta setelah lulus sekolah komputer atau kursus pemrograman langsung dapat dikatakan hacker atau programmer. Untuk mendapatkan keahlian tersebut, walaupun tidak mesti dijuluki hacker, membutuhkan ilmu yang komprehensif menyangkut teknologi informasi dan komunikasi, serta memiliki cara berfikir hacker.
Ilmu dasar yang harus dikuasai untuk menuju ke keahlian seorang hacker adalah :
1. Mempelajari program dan bahasa pemrograman : keahlian yang paling dasar seorang hacker adalah program. Bisa memulainya dari Python, Java, C/C++ kemudian Perl dan LISP. Menjadi hacker
perlu mempelajari secara mendalam bagaimana berpikir dan memecahkan
masalah pemrograman dalam berbagai bahasa pemrograman. Berlatih melalui
membaca kode program dan menuliskan kode program.
2. Mempelajari software dan operating system open-source : software open-source dapat diperoleh dengan biaya yang minimal, source-code nya tersedia sehingga dapat dimodifikasi. Nilai yang diperoleh dengan mempelajari software open-source
jauh lebih tinggi dari software komersial. Software komersial seperti
Microsoft atau Apple didistribusikan dalam bentuk binari sehingga sulit
membaca kodenya.
Unix adalah operating system di internet. Bila kita berfokus pada mempelajari Unix, akan banyak sekali manfaatnya. Budaya hacker saat ini terpusat pada Unix.
3. Mempelajari penggunaan world wide web dan menulis dalam HTML : ini bukan dimaksudkan belajar menggunakan web browser, tapi belajar menulis dalam HTML (hiper-text mark-up language). Menulis dalam HTML akan melatih kebiasaan berfikir tentang pemrograman. Jadi, buatlah Home Page (dengan HTML tentunya, bukan program visual) dengan isi yang baik. Isi yang baik akan melatih semangat untuk berbagi.
4. Mempelajari dan menulis bahasa Inggris : suka atau tidak, bahasa Inggris masih merupakan bahasa yang digunakan dalam internet. Hampir dapat dikatakan tools pemrograman yang ada menggunakan bahasa Inggris. Jadi fokuskan untuk dapat menulis dalam bahasa Inggris dengan baik.
Selain mempelajari keempat ilmu dasar itu, yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan sikap seorang hacker.
Sama seperti keahlian lainnya, selain kemampuan, sikap dan budaya akan
keahlian tersebut sangat menentukan seseorang berhasil mencapai status
keahlian itu atau tidak.
Berikut hal-hal yang menjadi sikap dan kebiasaan seorang hacker :
1. Melakukan usaha keras dengan penuh memotivasi : menjadi hacker
adalah menyenangkan, kesenangan yang membutuhkan usaha keras untuk
mencapainya. Usaha keras tersebut harus dipelihara dengan motivasi yang
tinggi untuk mendapatkan ilmu dasarnya, melatihnya dengan memecahkan
masalah, dan berlatih terus menerus untuk mempertajam keahlian. Jangan
membatasi diri.
2. Menjadi kreatif
: tidak ada metode penyelesaian yang keramat dan jitu dalam
permasalahan komputer yang terus berkembang. Memiliki kreatifitas,
walaupun sumberdaya terbatas, akan sangat membantu dan bernilai tinggi.
3. Memelihara rasa ingin tahu
: rasa ingin tahu akan memotivasi diri dari dalam, sehingga memiliki
kemauan untuk membaca, melakukan latihan dan percobaan, mencari
penyelesaian masalah hingga tuntas, dan melihat sejauh mungkin.
4. Mengatasi kejenuhan
: jangan pernah bosan dan jenuh terhadap pekerjaan yang berulang-ulang,
sebab hal itu merupakan salah satu bagian dari upaya penyelesaian
terhadap masalah baru. Seorang hacker harus dapat mengatasi kebosanan dan kejemuan yang muncul dalam dirinya.
5. Menumbuhkan iklim yang kondusif : kreatifitas, ide cemerlang dan kejernihan berpikir biasanya muncul pada suasana yang menyenangkan. Hacker
memerlukan suasana itu. Bentuk dan macam suasana yang menyenangkan
sangat beragam dan tidak berlaku universal, jadi lebih mudah menset
suasana itu oleh diri sendiri.
6. Membangun sikap dan kemampuan yang handal : menjadi hacker
memerlukan kecerdasan, latihan, dedikasi dan kerja keras. Membangun
sikap dan memiliki kemampuan sangat penting, sehingga perlu dimiliki
secara bersama-sama.
7. Melakukan interaksi dalam komunitas hacker : komunitas hacker biasanya merupakan sebuah forum untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu atau dapat juga hal-hal ringan lainnya. Saat seorang hacker dalam keadaan buntu terhadap suatu masalah, komunitasnya akan siap membantu. -antz-
Perbedaan Hacker Dengan Cracker
Hacker dan cracker adalah
sebuah kata benda yang menunjukkan profesi. Sedang hacking dan craking
adalah kata benda bentukan dari verb. Ah, sepertinya terlalu rumit jika
menjelaskan mengenai bahasa di sini, yang jelas, tanpa tahu terlebih
dahulu maknanya pasti pembaca sudah tahu apa perbedaan hack, hacking,
dan hacker.
Selama ini istilah hack dan crack sering
diasumsikan sama, padahal keduanya berbeda. Pada awalnya keduanya
memang sama. Mereka berdua sama-sama berhasil mendapatkan akses ke
segala sesuatu yang seharusnya tidak mereka miliki. Namun, perbedaan
antara hack dan crack, ditunjukkan pada apa yang terjadi setelah itu,
pilihan antara merusak dan tidak merusak.
Hack adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan
untuk mendapatkan data-data penting yang diinginkan dengan cara dan
tujuan yang baik.
Crack adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan
untuk mendapatkan data-data penting yang diinginkan dengan cara yang
bersifat merusak, mencuri, serta merugikan orang lain.
Perbedaan Hacker dengan Cracker
a. Hacker :
- Mempunyai kemampuan menganalisis kelemahan suatu sistem atau situs.
- Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
- Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
- Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.
b. Cracker :
- Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan.
- Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
- Mempunyai situs atau channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
- Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.
- Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan
Langganan:
Postingan (Atom)


